Selasa, 05 Februari 2013

Tugas Seni Budaya

Musik Tradisional Dangdut


Disusun oleh:
Basyarayni Mawla F
M. Faza Fadhilah
Pratiwi Rahmatillisan
Yasmin Sekar A.

XI IPA-1

 Pembahasan
Dangdut merupakan salah satu dari genre seni musik yang berkembang di Indonesia.Bentuk musik ini berakar awal dasar dari Qasidah yang terbawa oleh Agama Islam yang masuk Nusantara tahun 635 - 1600 dan Gambus yang dibawa oleh migrasi orang Arab tahun 1870 - sesudah 1888, kemudian menjelma sebagai Musik Gambus tahun 1930 oleh orang Arab-Indonesia, selanjutnya menjelma sebagai Musik Melayu Deli pada tahun 1940, dan tahun 1950 pengaruh musik Amerika Latin serta tahun 1958 dipengaruhi Musik India melalui film Bollywood dengan lagu “Boneka India”, dan terakhir lahir sebagai Dangdut tahun 1968 dengan tokoh utama Rhoma Irama. Sejak tahun 1970-an dangdut boleh dikatakan telah matang dalam bentuknya yang kontemporer. Sebagai musik populer, dangdut sangat terbuka terhadap pengaruh bentuk musik lain, mulai dari keroncong, langgam, degung, gambus, rock, pop, bahkan house musik.

Istilah
Penyebutan nama "dangdut" merupakan onomatope dari suara permainan tabla (dalam dunia dangdut disebut gendang saja) musik India. Putu Wijaya awalnya menyebut dalam majalah Tempo edisi 27 Mei 1972 bahwa lagu Boneka dari India adalah campuran lagu Melayu, irama padang pasir, dan "dang-ding-dut" India. Sebutan ini selanjutnya diringkas menjadi "dangdut" saja, dan oleh majalah tersebut digunakan untuk menyebut bentuk lagu Melayu yang terpengaruh oleh lagu India.




Dangdut kontemporer telah berbeda dari akarnya, musik Melayu, meskipun orang masih dapat merasakan sentuhannya. Pada tahun 1950-an dan 1960-an banyak berkembang orkes-orkes Melayu di Jakarta yang memainkan lagu-lagu Melayu Deli dari Sumatera (sekitar Medan).
Dari musik Melayu Deli tahun 1940 ke Dangdut tahun 1968

Gendang atau tabla, salah satu alat musik utama dangdut.

Orkes Melayu (OM) yang asli menggunakan alat musik seperti gitar akustikakordeon, rebana, gambus, dan suling, bahkan gong. Musik Melayu Deli awalnya tahun 1940-an lahir di daerah Deli Medan, kemudian musik melayu deli ini juga berkembang di daerah lain, termasuk Jakarta. Pada masa ini mulai masuk eksperimen masuknya unsur India dalam musik Melayu.


Dari masa ini dapat dicatat nama-nama seperti:
a.       P. Ramlee (dari Malaya), 
b.      Said Effendi (dengan lagu Seroja),
c.       Ellya (dengan gaya panggung seperti penari India, sang pencipta Boneka dari India), 
d.      Husein Bawafie (salah seorang penulis lagu Ratapan Anak Tiri), 
e.       Munif Bahaswan (pencipta Beban Asmara),
f.       M. Mashabi (pencipta film "Ratapan Anak Tiri" yang populer di tahun 1970-an).

Dangdut modern, yang berkembang pada awal tahun 1970-an, memasukkan alat-alat musik modern Barat seperti gitar listrik, organ elektrik, perkusi, trompetsaksofon, dan lain-lain untuk meningkatkan variasi dan sebagai lahan kreativitas pemusik-pemusiknya. Pengaruh rock (terutama pada permainan gitar) sangat kental terasa pada musik dangdut. Tahun 1970-an menjadi ajang 'pertempuran' bagi musik dangdut dan musik rock dalam merebut pasar musik Indonesia.

Interaksi dengan musik lain
Dangdut sangat elastis dalam menghadapi dan memengaruhi bentuk musik yang lain. Lagu-lagu barat populer pada tahun 1960-an dan 1970-an banyak yang didangdutkan. Genre musik gambus dan kasidah perlahan-lahan hanyut dalam arus cara bermusik dangdut. Mudahnya dangdut menerima unsur 'asing' menjadikannya rentan terhadap bentuk-bentuk pembajakan, seperti yang banyak terjadi terhadap lagu-lagu dari film ala Bollywood dan lagu-lagu latin. Kopi Dangdut, misalnya, adalah "bajakan" lagu yang populer dari Venezuela.
Lagu dangdut umumnya juga miskin improvisasi, baik melodi maupun harmoni. Sebagai musik pengiring tarian, dangdut sangat mengandalkan ketukan tabla dan sinkop.

Dangdut dalam budaya kontemporer

Penyanyi dangdut Yan Vellia di Pesta
Kesenian Rakyat diPacitan.

Di setiap acara hiburan, dangdut dapat dipastikan turut serta meramaikan situasi. Panggung dangdut dapat dengan mudah dijumpai di berbagai tempat. Tempat hiburan dan diskotik yang khusus memutar lagu-lagu dangdut banyak dijumpai di kota-kota besar. Stasiun radio siaran yang menyatakan dirinya sebagai "radio dangdut" juga mudah ditemui di berbagai kota.

2
Tokoh-tokoh


Penyanyi dangdut Inul Daratista

Berikut adalah nama-nama beberapa tokoh penyanyi dan pencipta lagu dangdut popular:
1.      A. Rafiq
2.      Alam
3.      Ayu Ting Ting
4.      Cici Paramida
5.      Dewi Persik
6.      Iis Dahlia
7.      Ikke Nurjanah
8.      Inul Daratista
9.      Ira Swara
1.     Ridho Rhoma
1.     Saiful Jamil
1.     Trio Macan

Beberapa lagu-lagu dangdut:
1.      Mbah Dukun (Alam)
2.      Mimpi Manis (Dewi Persik)
3.      Kopi Dangdut
4.      Begadang (Ridho Rhoma)
5.      Pandangan Pertama (A. Rafiq)
6.      Alamat Palsu (Ayu Ting Ting)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar